ucapan slmat dtang

Minggu, 17 April 2011

STUDY TOUR KE BALI

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Alasan Pemilihan judul
Alasan penulisan Karya Tulis Ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Kenaikan Kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo. Setelah penulis mengumpulkan data dan bahan tentang objek wisata di Pulau Bali, maka penulis memilih judul “PANORAMA INDAH TANJUNG BENOA DI PULAU DEWATA.” Hal-hal yang mendorong penulis untuk memilih judul ini adalah :
1.      Penulis ingin mengajak pada para pembaca untuk mengenal lebih dekat tentang keindahan objek wisata di Pulau Dewata
2.      Penulis ingin mengetahui daya tarik objek wisata di Pulau Bali sehingga banyak turis domestic dan turis mancanegara berkunjung di tempat tersebut.
3.      Penulis ingin mewujudkan kindahan objek wisata di Pulau Bali dalam bentuk karya tulis.


B.   Tujuan Penulisan
Di dalam penulisan karya tulis ini penulis mempunyai beberapa tujuan. Adapun hal-hal yang menjadi tujuan penulisan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.         Untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dan tugas guna menempuh Ujian Kenaikan Kelas SMA Negeri 3 Sukoharjo.
2.         Untuk meningkatkan kemampuan penulis dalam bidang tulis menulis
3.         Untuk mengetahui lebih dekat tentang keindahan Objek Wisata di Pulau Bali yang belum penulis ketahui serta memperoleh pengetahuan.


C.   Manfaat Penulisan
Karya tulis yang telah dibuat ini, mempunyai manfaat sebagai berikut :
1.      Sebagai tambahan materi diluar sekolah.
2.      Melatih siswa agar dapat mengolah laporan karya wisata
3.      Menambah pembendaharaan pustaka sekolah yang menunjang minat baca siswa.
D.   Metode yang Digunakan
Dalam pengumpulan data dan bahan, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data antara lain :
1.      Metode Observasi yaitu penulis mengadakan pengamatan secara langsung pada objek
2.      Metode Wawancara yaitu penulis mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penulisan karya tulis.
3.      Metode Study Kepustakaan ( Litur Bitur ) yaitu penulis membaca bukti-bukti di perpustakaan yang berhubungan dengan kepariwisataan di Bali.

E.   Sistematika Penulisan
Dalam karya tulis ini penulis akan menyebutkan terlebih dahulu garis besar sistematika karya tulis, agar pembaca mengetahui isi karya tulis ini secara jelas. Adapun  sistematikanya adalah sebagai berikut :
Bab 1 Pendahuluan, meliputi : Alasan Pemiliahn Judul, Tujuan Penulisan, Manfaat   Penulisan dan Sistematika Penulisan.

Bab II Pendiskribsian Objek, meliputi : Gambaran Umum Pulau Dewata, Nama – Nama Objek, Kriteria atau Jenis Objek dan Waktu Pelaksanaan Kunjungan.

Bab III Deskripsi Objek, meliputi : Nama Objek, Kelebihan Atau Kemenarikan Objek, Manfaat Bagi Masyarakat Sekitar.

Bab IV Penutup, meliputi : Kesimpulan dan Saran – Saran.

BAB II
PENDISKRIPSIAN OBJEK

A.   Gambaran Umum Pulau Dewata
Bali adalah salah satu pulau di Indonesia yang terkenal akan keindahan panorama alamnya. Pulau Bali terletak antara 7o LS – 8o LS dan 114o BT – 155o BT. Dengan garis pantai sepanjang lebih kurang 470 km dan topografi Pulau Bali ditengah-tengah terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur yang berupa sabuk hijau (green belt) berupa hutan sebagai sumber mata air dan diantara pegunungan ada gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Agung dan Gunung Batur. Pulau Bali berbatasan dengan :
1.      Sebelah Utara                   : Laut Bali
2.      Sebeleh Selatan                : Samudra Hindia
3.      Sebelah Timur                  : Selat Lombok
4.      Sebelah Barat                   : Selat Bali
Secara administratif Propinsi Bali terdiri atas 8 Kabupaten dan 1 Kodya, 51 Kecamatan, 565 Desa, 79 Kelurahan dan 3.499 Banjar  atau Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 2.968.933 jiwa, Kabupaten Profinsi Bali adalah sebagai berikut :
1.      Kabupaten Buleleng
2.      Kabupaten Jembrana
3.      Kabupaten Tabanan
4.      Kabupaten Badung
5.      Kota Madya Denpasar
6.      Kabupaten Gianyar
7.      Kabupaten Bangli
8.      Kabupaten Klungkung
9.      Kabupaten Karangasem

Pulau ini dijuluki sebagai “PULAU DEWATA” karena konon pada jaman dahulu Pulau Bali adalah tempat tinggal para dewa. Di setiap rumah penduduk Bali yang beragama Hindu, terdapat sanggah (pure kecil yang digunakan untuk sembahyang). Mereka melakukan sembahyang tiga kali sehari dengan cara memberi sesaji pada waktu akan tidur agar mereka diberi keselamatan oleh dewa. Karena kindahan alam, kebudayaan dan keistimewaan hidup penduduknya, maka Bali menjadi daerah wisata yang terkenal di dunia.

B.   Nama – Nama Objek

1.      Tanah Lot
Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.
Fasilitas
. Dari tempat parkir menuju ke area pura banyak dijumpai art shop dan warung makan atau sekedar kedai minuman.


2.      Tanjung Benoa
Tanjung Benoa adalah salah satu wisata bahari di Pulau Bali. Tanjung Benoa terletak di ujung selatan – timur (tenggara) pulau Bali berdekatan dengan Nusa Dua, masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Lokasinya yang berada di ujung sempit membuatnya disebut tanjung. Namun justru inilah yang menyebabkannya cukup unik.

Tanjung Benoa memiliki daya tarik yang indah dengan pasir putih dan pantainya yang membentang panjang dari kawasan wisata Nusa Dua. Dengan keindahan pantai dan lautnya, membuat Tanjung Benoa dikenal sebagai tempat wisata air atau Watersports. Berbagai sarana olahraga air disediakan disini seperti, banana boat, snorkling, flying fish, parasailing dan jetski. Uniknya olahraga surfing yang banyak dijumpai di pantai-pantai lain dari pulau bali, justru tidak tersedia di objek wisata ini, hal ini dikarenakan ombak yang ada dilokasi wisata ini cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olah raga surfing.

3.         Puja Mandala
PujaMandala adalah tempat yang terdapat lima tempat ibadah dari agama yang diakui di Indonesia. Yaitu agama Islam, Katholik, Budha, Protestan dan Hindu. Uniknya, bangunan tersebut berdiri berdampingan.

 Berawal dari keinginan umat Islam untuk mendirikan masjid di Nusa Dua. Namun, karena izin sulit didapatkan dengan alasan tidak memenuhi syarat pendirian bangunan ibadah yang harus mempunyai 500 KK pemeluk agama tempat ibadah yang hendak didirikan, keinginan itu belum dapat dilaksanakan.

Akhirnya, ada inisiatif dari Menteri Parpostel, yang saat itu dipegang oleh Joop Ave, untuk membangun tempat ibadah kelima agama di satu komplek. Ide ini didapat atas dasar keinginan presiden Soeharto yang menginginkan adanya tempat ibadah kelima agama yang berdiri di satu tempat, sebagai miniatur kerukunan hidup beragama.


4.      Pantai Kuta
Kuta Bali, yang dulunya dikenal sebagai perkampungan nelayan, kini telah berubah menjadi sebuah tempat tujuan wisata ternama diPantai yang membentang lebih dari 2 km ini menawarkan pasir putihnya yang indah dan pesona sunset (matahari tenggelam).

Pantai Kuta juga dikenal sebagai tempat olahraga surfing alias selancar. Event-event surfing nasional dan internasional juga sering digelar di sini. Dan event akbar tahunan Kuta Karnival pun digelar di sini dengan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan yang cukup menyedot animo pengunjung pantai Kuta.

Kawasan wisata Kuta juga dikenal sebagai pusat perkembangan pariwisata Bali. Fasilitas seperti restoran, spa, hiburan dan tempat penginapan dengan berbagai harga sangat banyak jumlahnya. Untuk menikmati keindahan dan suasana Kuta dapat ditempuh dengan jalan kaki, dengan mobil ataupun alat transportasi traditional, delman.






5.      Istana Tampak Siring
Istana Tampak Siring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.

Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 meter persegi dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 meter persegi dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima.

Miringnya Tampak Siring juga membuat istana ini memiliki ciri khas yang mustahil dimiliki istana-istana kepresidenan lainnya. Yaitu dibangunnya "Jembatan Persahabatan", terbuat dari besi kokoh sepanjang 40 m dan lebar 1,2 m. Jembatan ini menghubungkan bangunan utama Wisma Merdeka dan bangunan utama Wisma Negara yang sama-sama terletak di atas bukit. Dengan kata lain, Jembatan Persahabatan juga berperan sebagai pengisi celah kedua bukit yang dalamnya sekitar 15 m. 



6.      Monumen Bajra Sandhi
Monumen Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Propinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon.

Monumen ini dikenal dengan nama “Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987, diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah unutuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan.

7.      Pusat Perbelanjaan “DEWATA”
Dewata adalah salah satu toko souvenir dan oleh – oleh khas Bali. Dewata selalu memberikan pelayanan terbaik dan kepuasan dalam berbelanja kepada seluruh pengunjung maupun pelanggan. Dewata memberikan beraneka pilihan produk – produk yang selalu mencitrakan unsur dan nuansa etnik Bali di setiap produk. Ditunjang dengan kualitas yang terjamin dan harga yang sangat terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Dewata menjual  pakaian, kerajinan tangan dan aneka makanan khas Bali , Dewata juga menawarkan lokasi yang sangat strategis dekat tempat wisata Pantai Sanur, dengan akses perjalanan yang sangat mudah ditempuh dari beragam tempat wisata lainnya. Hamparan area parkir yang sangat luas merupakan salah satu upaya Dewata untuk memberikan kepuasan, kenyamanan, dan keamanan kepada semua pengunjung.

8.      Bali Classic Center
Bali Classic Centre (BCC) adalah Taman Wisata khusus dengan seni desain khusus penuh pandang Sawah, pemandangan sungai dan udara segar alami. Bali Classic Centre (BCC)  dibuka pada tanggal 9 September 2005 oleh Pande Ketut Krisna dari Gianyar. Dia adalah pemilik dari Batik Galuh di Batu Bulan.

Pariwisata Budaya Taman ini telah lahir untuk membantu pendidikan pemerintah tentang Budaya Bali, untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Bali yang sebenarnya kepada orang-orang di dunia, di seluruh Indonesia dan khususnya bagi masyarakat di Bali.

Bali Classic Centre (BCC)  atau Bali Mini telah menggambarkan dan menjelaskan tentang pertunjukan  wayang dan menunjukkan sejarah dari agama Hindu. Ada banyak budaya Bali dapat digambarkan di tempat ini. Bangunan di Bali Classic Centre (BCC) memiliki karakter khusus dan arsitektur asli dari Bali.





9.      Tari Barong
Sejak tahun 1960-an Tari Barong mulai dipertunjukkan kepada wisatawan khususnya di Batubulan, Tegal Tama dan Singa Padu. Yang menarik dalam pagelaran Tari Barong ini adalah kesakralannya.

Tari Barong menggambarkan pertarungan antara kebajikan melawan kebathilan. Barong adalah seekor binatang purbakala yang melukiskan kebajikan dan Rangda adalah binatang yang maha dahsyat dan menggambarkan kebathilan.

Dalam kisah ini di ceritakan Sang Rangda berubah menjadi setan dan memasukkan roh jahad kepada pengukut Dewi Kunthi sehingga menyebabkan mereka menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunthi. Sebenarnya sebagai seorang ibu, Dewi Kunthi tidak sampai hati. Tetapi setan telah merasuki raga Dewi Kunthi sehingga dia marah dan mengorbankan anaknya. Kemudian turunlah Dewa Syiwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa serta kejadian itu tidak diketahui oleh Rangda. Rangda mohon mapun dan dia diselamatkan agar masuk surga oleh Sadewa. Akan tetapi ketika salah satu pengikut Rangda yang bernama Kanglika mohon untuk diselamatkan, ditolak oleh Sadewa. Maka terjadilah perkelahian. Dalam perkelahian itu Kalika berubah menjadi Tagda yang dahsyat dan pertempuran it uterus berlanjut tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Sehingga sampai sekarang kebajiakan dan kebathilan tetap merebutkan hati.  Sebelumnya tari Barong ini adalah sangat menarik apabila dilihat dari nilai seni dan makna tariannya. Tema dari Tari Barong ini diambil dari cerita pewayangan.




10.  Pusat Tenun Galuh
Pusat Tenun Galuh atau Puri Galuh terletak kurang lebih 6 Km dari kota Denpasar. Puri Galuh adalah toko kesenian batik yang disitu menyediakan jenis pakaian atau kerajinan Bali diantaranya :
·         Batik
·         Kaos
·         Kemeja
·         Pakaian
Wisatawan yang masih sekolah diberi harga discount 20-50 % dengan dibatasi waktu selama 40-45 menit untuk memilih barang yang akan dibeli sebagai cindera mata.

11.  Karang Kurnia
Karang Kurnia adalah pusat oleh-oleh di pulau Bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. Berawal dari studI bandingnya di toko oleh-oleh, ia mencoba berbisnis sendiri. Karang Kurnia memiliki beberapa cabang.

Di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.

Pasar Karang Kurnia lebih murah dibanding pasar lain di Bali. Dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang cukup segar membuat pengunjung merasa nyaman.





12.  Taman Wisata Sangeh
Taman Wisata Alam Sangeh terletak di Desa Sangeh, Badung, Bali, sekitar 20km dari Denpasar. Taman Wisata Alam Sangeh memiliki pesona wisata hutan yang banyak dihuni oleh ratusan kera. Kera-kera Sangeh dahulu memang dikenal sangat liar dan seringkali mengganggu para pengunjung. Kera Sangeh juga dikenal sangat jahil, karena seringkali mengambil barang-brang pengunung yang akan dikembalikan bila kera-kera tersebut diberi sepotong makanan. Namun sekarang kera Sangeh tidak lagi seliar dan sejahil dahulu, karena sekarang kera-kera tersebut telah diurus dengan baik.

Kera Sangeh juga memiliki beberapa kelompok yang masing-masing kelompok memiliki satu pemimpin. Namun kelompok-kelompok tersebut memilki pimpinan teringgi atau bisa dibilang raja dari seluruh raja kera yang ada di Sangeh. Pemimpin tertinggi ini berdiam ditempat yang paling luas di. Ditempat raja kera ini tinggal terdapat sebuah pura yang sangat terkenal kesakralannya yaitu Pura Bulit Sari.

13.  Joger
Joger adalah salah satu jenis perusahaan yang memproduksi  kaos yang lumayan terkenal dan sempat menjadi Trendnya anak muda. Joger ini asli buatan Bali, karena mempunyai ciri khas tersendiri dengan desain kata, pencinta produk dan Merk ini membuat Joger sangat dikenal dan diminati oleh masyarakat baik muda atau tua, cantik, jelek, kaya, miskin, dan tidak memandang perbedaan siapapun dapat menggunakan kaos ini. Karena disana tersedia berbagai macam ukuran, warna, bentuk yang beraneka ragam dan mempunyai hak paten yang tidak dapat ditiru ditempat lain.



14.  Bedugul
Danau Bedugul adalah danau yangs sangat indah dengan keberadaan pura di tengah-tengah danau. Danau ini berada di tengah pegunungan dengan ketinggian 1.404 m diatas permukaan laut.

Bedugul berasal dari kata “Bedug” dan “Pukul”. Maka biasa juga dikatakan bahwa Danau tersebut merupakan perpaduan atau toleransi antar umat agama Islam yang dilambangkan dengan Bedug dan Hindu yang dilambangkan dengan pukulan pada batok kepala. Maka di Danau ini pun terdapat sebuah masjid sebagai fasilitas dan pura yang menarik dari para wisatawan. Ada pula yang berpendapat nama itu berasal dari nama Pura Subuk yang disebut Digul alias Bedugul. Dapat pula diartikan bahwa Bedugul berarti tanah yang menjorok keatas.

C.   Kriteria atau Jenis Objek
Pulau Bali memiliki beberapa jenis objek wisata, jenis objek yang dikunjungi pada waktu pelaksanaan study tour diantaranya adalah ;
1.    Wisata Alam
a.    Pantai Kuta
b.    Tanjung Benoa
c.    Danau Beratan Bedugul
d.   Taman Wisata Sangeh

2.      Wisata Budaya
a.     Pertunjukan Tari Barong
b.    Bali Classic Center
c.     Puja Mandala

3.      Wisata Sejarah
a.    Istana Tampak Siring
b.    Braja Sandi

4.      Wisata  Belanja
a.    Dewata
b.    Jogger
c.    Pusat Tenun Galuh ( Puri Galuh )
d.   Karang Kurnia

D.   Waktu Pelaksanaan Kunjungan
Selama di Pulau Bali telah mengunjungi beberapa objek wisata pada:

Minggu, 23 Januari 2011 mengunjungi :        
1.      Tanah Lot
2.      Tanjung Benoa
3.      Puja Mandala
4.      Pantai Kuta

Senin, 24 Januari 2011 mengunjungi :           
1.      Istana Tampak Siring
2.      Braja Sandi
3.      Pusat Oleh – Oleh Khas Bali “Dewata”
4.      Bali Classic Center
5.      Pertunjukan Seni Tari Barong
6.      Pusat Tenun Bali Galuh
7.      Karang Kurnia

Selasa, 25 Januari 2011 mengunjungi :          
1.      Hutan Pala Sanggeh
2.      Jogger
3.      Danau Beratan Bedugul



BAB III
DISKRIPSI OBJEK KHUSUS

A.   TANJUNG BENOA
Tanjung Benoa adalah salah satu wisata bahari di Pulau Bali. Secara geografis, Tanjung Benoa terletak di ujung selatan – timur (tenggara) pulau Bali berdekatan dengan Nusa Dua, masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Lokasinya yang berada di ujung sempit membuatnya disebut tanjung. Namun justru inilah yang menyebabkannya cukup unik.

Tanjung Benoa memiliki daya tarik yang indah dengan pasir putih dan pantainya yang membentang panjang dari kawasan wisata Nusa Dua. Dengan keindahan pantai dan lautnya, membuat Tanjung Benoa dikenal sebagai tempat wisata air atau Watersports. Berbagai sarana olahraga air disediakan disini seperti, banana boat, snorkling, flying fish, parasailing dan jetski. Uniknya olahraga surfing yang banyak dijumpai di pantai-pantai lain dari pulau bali, justru tidak tersedia di objek wisata ini, hal ini dikarenakan ombak yang ada dilokasi wisata ini cenderung tenang, sehingga kurang cocok untuk olah raga surfing.

1.         Jetski
Jetski adalah salah satu watersports dengan menaiki jets air pada kecepatan tinggi. Biasanya, jika menaiki Jetski ini di Tanjung Benoa, akan didampingi instruktur yang sudah berpengalaman untuk menghindari kecelakaan fatal.

2.      Flying fish
Flying fish merupakan bentuk olahraga air yang terdiri dari sebuah perahu dari karet yang hanya berkapasitas dua orang dengan satu orang petugas yang duduk ditengah sebagai penyeimbang. Penumpang tidur terlentang diperahu yang kemudian ditarik dengan speedboat kecepatan tinggi. Akibatnya, perahu menjadi terangkat dan terbang diatas air pada ketinggian 10-15 meter.

3.      Parasailing
Parasailing yaitu permainan dimana anda akan memakai payung parasut dan ditarik oleh speed boat mengeliling pantai Tanjung Benoa. Jadi persis seperti terjun payung beneran. Waktu permainan ini satu putaran kira2 4 menit di udara. Ketinggian tali yang menghubungkan antara parasut dengan speed boat kurang lebih 80 meter. Jadi cukup tinggi terbangnya.

4.      Snorkeling
Snorkeling yaitu berenang sambil melihat pemandangan bawah laut. Syarat utamanya anda harus bisa berenang. Dengan menggunakan masker dan fin, anda akan melihat ikan2 hias serta terumbu karang yg ada sambil berenang.

5.      Scuba Diving
Scuba Diving yaitu menyelam. Pengunjung akan diberikan perlengkapan diving komplit, mulai dari pakaian, tangki oksigen dan lainnya. Diving tidak harus bisa renang, lebih baik kalo pengunjung tidak bisa renang, karena lebih gampang. Satu wisatawan akan ditemani oleh satu instruktur di bawah air, jadi tidak perlu khawatir. Sebelumnya, pengunjung akan diberitahu dulu tentang cara-caramenyelam yang benar. Kedalaman bagi pemula berkisar antar 3 meter – 7 meter didalam air selama 40 menit. Sambil membawa roti utk makanan ikan, pengunjung akan melihat indahnya pempengunjungngan bawah laut yg dipenuhi oleh terumbu karang yg cantik dan ikan hias warni-warni.

Selain olahraga air, pengunjung juga bisa mengunjungi pulau penyu yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalan dengan menggunakan perahu yang bisa disewa dilokasi. Pulau penyu merupakan tempat pengembangbiakan berbagai spesies penyu yang hampir punah.

Dilokasi ini pengunjung bisa melihat langsung dan bertanya-tanya seputar hal proses pengembang biakan penyu. Penyu-penyu yang ada dipisahkan diberbagai tempat berdasarkan ukuran tubuhnya. Ada yang masih berukuran jari hingga yang cukup besar dengan berat hingga puluhan kilo. Di pulau ini juga terdapat berbagai binatang lain seperti ular, kelelawar dan burung langka yang dimungkinkan bagi pengunjung untuk memegang sekedar mengambil gambar atau foto.

Satu paket dengan perjalanan ke Pulau Penyu, pengunjung juga bisa melihat objek wisata bawah laut. Perahu yang digunakan, telah didesain sedemikian rupa sehingga pada bagian dasar tengah perahu telah dipasang kaca yang memungkinkan bagi pengunjung untuk melihat dasar laut yang dangkal. Dari dalam perahu pengunjung bisa melihat ikan-ikan khas air laut yang kaya akan warna di bagian tubuhnya. Agar ikan-ikan tersebut mau berkumpul pengemudi kapal menebarkan roti tawar kelaut sebagai pancingan. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu ikan tersebut untuk datang.

Secara keseluruhan, Tanjung Benoa layak untuk dikunjungi sebagai alternatif wisata air. Hal yang sedikit mengganggu adalah tidak adanya transportasi umum yang hilir mudik didaerah tersebut sehingga umumnya pengunjung yang datang menggunakan bus-bus pariwisata, kendaraan sewa maupun pribadi.




B.   KEMENARIKAN OBJEK
Tanjung Benoa adalah wisata bahari yang mempunyai kemenarikan tersendiri bagi wisatawan. Tanjung Benoa memiliki daya tarik yang indah dengan pasir putih dan pantainya yang membentang panjang dari kawasan wisata Nusa Dua. Tanjung Benoa merupakan satu -satunya watersport center atau wisata bahari di pulau Bali.







BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berusaha membuat kesimpulan, meskipun masih jauh dari kesempurnaan semoga tidak mengurangi makna dan isi karya tulis ini. Maka dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.         Pulau Bali kaya akan seni dan budayanya
2.         Masyarakat Bali masih memegang teguh adat dan kepercayaannya
3.       Pulau Bali dapat dijadikan tempat belajar dan wisata

B.   Saran – Saran
Saran yang diberikan penulis kepada pembaca antara lain sebagai berikut;
1.      Hendaknya pelaksanaan study tour dilaksanakan pada liburan sekolah.
2.      Hendaknya dalam pelaksanaan study tour disesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat. Sehingga objek wisata yang rencananya ingin dikunjungi dapat dicapai tanpa mengorbankan salah satu objek dan waktu.
3.      Pembimbing lebih tegas dalam mengkoordinasi siswa agar terkondisikan.
4.      Untuk kunjungan tempat wisata agar hendaknya waktun diperpanjang, agar
para peserta dapat memperoleh banyak informasi sekaligus puas menikmati objek tersebut.

Demikian laporan ini telah selesai saya buat, saya mengharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga karya tulis yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulus sendiri maupun pembaca yang budiman.


DAFTAR PUSTAKA

http://baliterkini.wordpress.com/2009/09/05/gambaran-umum-daerah-bali/
http://djavalatte.blogspot.com/2011/01/monumen-bajra-sandhi-merupakan-monumen.html




LAMPIRAN – LAMPIRAN

   
Kapal nelayan di tanjung bneoa                    Penyu di pulau penyu-tanjung benoa                                     
Masjid di puja mandala


     
Barong di Bali Classic Center

1 komentar: